Cara Berkerudung Yang Baik

Cara Berkerudung yang baik – Sobat Korannet, so pasti banyak yang cari referensi mengenai cara berkerudung yang baik dan benar. Yup Berkerudung atau berjilbab itu tidak sekedar mengikuti trend atau menyesuaikan dengan mode berbusana. lebih dari itu kerudung merupakan pakaian yang wajib dan mesti dipakai oleh wanita Islam atau Muslimah.

Dalam berjilbab atau berkerudung yang baik itu, berikut ini beberapa point yang mesti dingat, silahkan disimak:

  • Berjilbab tapi aqidahnya rusak,  jilbab hanya menutupi badan tidak menghalangi dari maksiat. Banyak yang menggunakan busana muslimah yang syar’i, tapi masih meyakini dan melakukan perbuatan syirik. Meminta berkah kepada selain Allah seperti kuburan. Bertawassul dengan selain Allah. Meyakini tukang ramal, primbon, feng-shui, dan orang orang yang mengaku mengetahui kejadian yang akan datang seperti jodoh, rezeki, nasib dan sebagainya. Hal ini akan menghancurkan seluruh amal baiknya termasuk pahala berjilbab. Juga masih suka berkalwat dengan yang bukan muhrimya / dengan pacar / tunangan atau pun yang lainya. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ : 32) “Jika kamu berbuat syirik maka akan hancur amalanmu dan kamu termasuk orang orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).
  • Kerudung yang sangat ketat = kekecilan
  • Memakai baju dan celana ketat. Para muslimah hanya beranggapan bahwa menutup aurat adalah menutupi tubuh dengan kain agar tidak terlihat secara langsung. Sehingga apa yang dipakainya masih membentuk tubuhnya yang mengundang syahwat kaum lelaki. Hal ini sama dengan wanita yang memakai baju selam. Apakah pakaian selam pantas dikatakan berhijab? Semua tubuhnya tertutup ketat kecuali wajah dan telapak tangan. Dada dan lekuk tubuh lainnya terbentuk dengan jelas. Berpakaian dan telanjang sama saja.
  • Si anak berjilbab sang ibu menor. Ibu muslimah yang berdandan menor mengantar anak sekolah di TK atau SD Islam dengan seragam muslimah yang diwajibkan sekolah. Seharusnya sang ibulah yang wajib berjilbab. Karena kewajiban itu dibebankan kepada wanita baligh.
  • Busana muslimah yang mencolok
  • Memakai celana panjang. Maksudnya adalah benar benar memakai celana panjang sebagai pakaian bawahnya. Sehingga belahan kakinya terbentuk. Namun jika memakai celana panjang kemudian dirangkap dengan gamisnya maka hal itu boleh dan lebih baik.
  • Kain gamis di atas mata kaki tapi tidak berkaos kaki. Kaki bagian bawah termasuk aurat wanita yang wajib ditutup. Namun masih banyak wanita muslimah yang belum mengetahuinya walau sudah berjilbab lebar. Maka hendaknya bagian bawah gamis lebih panjang dan menutup kaki sepenuhnya atau dengan memakai kaos kaki.
  • Cara membawa tas yang keliru. Muslimah yang sudah memakai jilbab dengan rapi kadang kurang memperhatikan cara membawa tas. Baik tas slempang (dibawa pakai bahu sebelah) atau tas jenis ransel (dibawa di punggung dengan dua slempang di dada). Selempang akan menekan bagian dada karena menahan beban tas sehingga dada akan terbentuk dan menonjol. Hal ini tidaklah patut bagi muslimah. Sebagai solusi, beralihlah dengan menggunakan tas jinjing. Repot sedikit tapi selamat dari fitnah juga dari mata para saytan.
  • Berkerudung mini, berbaju lengan pendek dengan manset panjang
  • Mematuhi orang tua atau suami walau busananya semakin jauh dari yang disyari’atkan. Banyak muslimah atau para istri yang sudah mantap berhijab, namun ditentang oleh orang tua dan suami mereka. “Jilbab tidak usah lebar lebar, tidak rapi, ribet, kampungan, ketinggalan zaman” dan sebagainya. Bahkan ada yang menyuruh melepaskan jilbabnya. Bertaubatlah wahai para orang tua dan suami, karena Anda akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan taat kepada makhluk dalam menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala hukumnya haram. “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HSR. Ahmad).
  • Tidak memakai manset. Manset yang terbuat dari kain kaos dan dikenakan di lengan tangan sangat bermanfaat. Ketika berada di busway atau bus kota dan tangan berada di besi tempat berpegangan, maka tanpa disadari lengan baju akan melorot dan lengan tangan akan terlihat. Sedangkan lengan tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Manset berguna menahan turunnya lengan baju karena bersifat kesat. Kalau pun lengan baju melorot ke bawah, maka lengan masih tertutup manset.
  • Berhijab tapi kemproh = kotor / jorok. Sebagai muslimah yang cinta kebersihan, kerapian dan keindahan sudah selayaknya perhatian dalam hal ini dan jangan meremehkan. Citra muslimah juga dilihat dari kondisi busananya.
  • Berwudhu di tempat umum (terbuka) dan membuka jilbabnya. Dengan alasan cuma sebentar dan mendesak, maka aurat pun terbuka ketika berwudhu. Seharusnya mencari tempat wudhu khusus wanita yang tertutup atau berwudhu di dalam kamar mandi.

Banyak hal yang perlu dan harus dipelajari oleh kaum muslimin. Tidak boleh berdiam diri dalam ketidaktahuan. Termasuk juga dalam hal berhijab bagi para muslimah. Harus dipelajari bagaimana cara berpakaian yang sesuai syari’at Islam. Kemudian menerapkannya pada diri sendiri. Memang disadari perubahan ke arah aturan Islam perlu proses dan tahapan. Yang berjilbab mini tentunya lebih baik daripada yang tidak berjilbab. Yang berjilbab lebar tentunya lebih baik daripada yang berjilbab mini. Namun harus terus diupayakan perubahan ke arah yang lebih baik sehingga sesuai dengan aturan Islam. Maka selamat datang para muslimah kepada jilbab yang sesuai syari’at Islam. Kami yakin Allah mencintai kalian dengan upayamu ke arah syari’at Islam.[kn]

Tags:

hijab yang benar,cara berpakaian muslimah yang benar,pakaian muslimah yang benar,cara berkerudung ala fatin,cara berkerudung yang benar,berpakaian muslimah yang benar,berkerudung yang baik,CARA BERPAKAIAN MUSLIMAH YANG BAIK,cara berbusana muslim yang baik,hijab yg benar
Cara Berkerudung Yang Baik | Koran Net | 4.5